Pondok Pesantren Rubath Al-Muhibbien merupakan lembaga pendidikan Islam berbasis salafiyah yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan. Pesantren ini didirikan sekitar tahun 2000 oleh Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Syahab sebagai bentuk ikhtiar dalam membina generasi muda agar memiliki ilmu agama yang kuat, akhlak yang mulia, serta kecintaan yang mendalam kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sejak awal berdirinya, pesantren ini berkomitmen untuk menjaga tradisi keilmuan Islam klasik (turats) dengan pendekatan yang sederhana namun mendalam. Lingkungan pendidikan dibangun dengan suasana yang penuh adab, kekeluargaan, dan kedisiplinan, sehingga santri tidak hanya belajar ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian Islami.
Pondok ini bermula dari kondisi yang sangat sederhana, dengan fasilitas yang terbatas dan jumlah santri yang masih sedikit. Pada masa awal, akses menuju lokasi pondok masih sulit dan sarana pendukung belum memadai. Namun, dengan semangat perjuangan, keikhlasan, serta dukungan dari masyarakat, pesantren ini perlahan berkembang.
Seiring berjalannya waktu, jumlah santri terus bertambah dan fasilitas pondok mulai berkembang. Dari yang awalnya hanya belasan santri, kini telah mencapai ratusan santri putra dan putri yang berasal dari berbagai daerah. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang diterapkan.
Pondok Pesantren Rubath Al-Muhibbien mengusung sistem salafiyah murni, yaitu sistem pendidikan yang berfokus pada pendalaman ilmu agama melalui kajian kitab kuning (turats). Metode pembelajaran yang digunakan adalah halaqah, di mana santri belajar langsung kepada ustadz dengan pendekatan yang intensif dan penuh adab.
Sistem ini bertujuan untuk mencetak santri yang tidak hanya memahami ilmu secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta siap berdakwah di tengah masyarakat.
Hingga saat ini, Pondok Pesantren Rubath Al-Muhibbien telah melahirkan banyak alumni yang aktif berdakwah di berbagai daerah, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Para alumni berperan dalam membina masyarakat melalui majelis taklim, pendidikan, dan kegiatan sosial keagamaan.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi pusat dakwah yang memberikan manfaat luas bagi umat.
Nama âRubath Al-Muhibbienâ memiliki makna yang dalam, yaitu tempat bagi orang-orang yang memiliki cinta (mahabbah) kepada Allah dan Rasul-Nya. Nilai inilah yang menjadi ruh utama dalam setiap aktivitas pendidikan, ibadah, dan kehidupan sehari-hari di dalam pesantren.